Kamis, 20 April 2017

MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN

TUGAS UNTUK PAI 2

Oleh
Delfina Gemely

A.    Pengertian Tujuan Pembelajaran        
Istilah tujuan pembelajaran khusus diterjemahkan dari frase (specific instructional objectives) yang mungkin tidak umum digunakan. Terjemahan ini digunakan kata instructional telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan pembelajaran, sehingga untuk menyesuaikannya diberi istilah Tujuan Pembelajaran Khusus. Dick dan Carey serta Rothwell dan Kazanas menggunakan istilah tujuan kinerja khusus (performance objectives). Adapun Robert Mager menggunakan tujuan khusus perilaku (behavioral objectives, yang lain ada yang hanya menyebutnya sebagai tujuan khusus (objectives) untuk membedakannya dengan tujuan umum (goal).
Teacher and Educational Development of University of New Mexico membuat defisi tentang tujuan pembelajaran khusus, yaitu pernyataan hasil yang secara khusus menangkap bagaimana pengetahuan, keterampilan, sikap yang harus peserta didik dapat tunjukkan dalam mengikuti pembelajaran. Gordon juga mengatakan bahwa tujuan pembelajaran khusus menggambarkan keterampilan, pengetahuan, kemampuan atas sikap yang peserta didik harus miliki atau tunjukkan setelah mereka menyelesaikan pelatihan atau pembelajaran. Jadi, tujuan pembelajaran khusus menunjuk pada deskripsi perinci tentang kinerja yang mencakup pernyataan tentang hasil pengetahuan, keterampilan, dan sikap berdasarkan standar tertentu yang hendak dicapai.
B.  Klasifikasi Tujuan Pembelajaran Khusus
Tiga domain belajar yang mencakup domain kognitif yang menekankan tingkatan berfikir; domain afektif yang merujuk pada sikap dan perasaan; serta domain psikomotor yang menekankan pada tindakan. Berikut ini contoh rumusan tujuan pembelajaran khusus yang diturunkan dari domain kognisi Bloom, afeksi Krathwohl, dan psikomotor Harrow. Mulai dari tingkatan yang paling mudah sampai pada tingkat kesulitan yang kompleks atau dengan menggunakan kategori mudah, sedang, dan sulit. Di bawah ini adalah rumusan tujuan pembelajaran domain kognisi:
Kata Kerja Operasional Dimensi Kognisi
Pengetahuan
Pemahaman
Penerapan
Analisis
Sintesis
Evaluasi
Kategori Mudah
Kategori Sedang
Kategori Sulit
Mendefinisikan
Menggambarkan/
Mendeskripsikan
Mengidentifikasi
Memberi nama
Mendaftarkan
Menjodohkan
Menguraikan
Menghafal
Mengenal
Memperbanyak
Memilih
menyatakan
Memahami
Mengganti/
Menukar
Mempertahankan
Membedakan
Memperkirakan
Menjelaskan
Memperluas
Menyamaratakan
Memberi contoh
Menduga
Menafsirkan
Paraphrase/
Memprediksi
Menulis kembali
Meringkas
Menerjemahkan
Menguraikan dengan kata-kata sendiri
Menerapkan
Mengubah
Menghitung
Mengkonstruksi
Mempertunjukkan
Menemukan
Memanipulasi
Memodifikasi
Mengoperasikan
Memprediksi
Menyiapkan
Memproduksi
Menghubungkan
Menunjukkan
Memecahkan
Menggunakan


Menganalisis
Membagi
Membandingkan
Mengontraskan
Membuat bagan
Mendekonstruksi
Membedakan
Mendiskriminasikan
Mengidentifikasi
Menggambarkan
Menduga
Menguraikan
Mengaitkan
Memilih
Memisahkan

Mengategorikan
Menggabungkan
Menghimpun
Menyusun
Menciptakan
Merancang
Mendesain
Menghasilkan
Memodifikasi
Mengorganisasi
Merencanakan
Menyusun
Merekonstruksi
Menghubungkan
Mereorganisasi
Merevisi
Menulis kembali
Meringkas
Mengatakan
Menulis

Menilai

Membandingkan

Menyimpulkan

Membedakan

Mengkritik

Membela

Mendiskriminasikan

Mengevaluasi

Menafsirkan

Membenarkan

Menghubungkan

Meringkas

Mendukung


Kata Kerja Operasional Dimensi Afektif

Penerimaan

Pemberian Respon

Penilaian

Pengorganisasian
 Internalisasi
/karakterisasi nilai
Kategori Mudah
Kategori Sedang
Kategori Sulit
Menanyakan/
Bertanya
Melukiskan
Mengikuti
Memberi
Memegang
Menempatkan
Menunjuk
Menjawab
Menegakkan
Membantu
Menyambut
Mendiskusikan
Menyesuaikan diri
Menyajikan
melaporkan
Menyelesaikan
Membentuk
Menginisiasi
Mengundang
Menjustifikasi
Mengusulkan
Mengkaji
Membagi
Mengikut serta
Menganut
Mengubah
Mengatur
Merumuskan
Memberi pernyataan umum
Menggabungkan
Memodifikasi
Mengintegrasi
Mengelola
Mempersiapkan
Menindaki/
Bertindak
Memberi perlakuan
Memperlihatkan
Memengaruhi
Memenuhi syarat
Melayani
Memecahkan masalah
memverifikasi

Kata Kerja Operasional Dimensi Psikomotor


Persepsi

Kesiapan
Respons Terbimbing

Mekanisme
Adaptasi
Organisasi
Kategori Mudah
Kategori sedang
Kategori Sulit
Mendeteksi
Membedakan
 Mengisolasi
Menghubungkan
menyeleksi
Memulai
Menampilkan
Memindahkan
Meneruskan
Bereaksi
Menyatakan dengan tegas
Berpegang teguh
Bekerja secara sukarela
Menyalin
Menelusuri
Mengikuti
Memberi reaksi
Memproduksi kembali
Meniru

Merakit
Menyesuaikan
Mengkonstruksi
Membongkar
Memamerkan
Mengikatkan
Memperbaiki
Menggiling
Memanaskan
Memanipulasi
Mengukur
Membetulkan
Mencampur
Membuat sketsa
Menyesuaikan
Mengubah
Menata kembali
Mereorganisasi
Merevisi
Menyelang-selingkan
Menyusun
Membangun
Menggabungkan
Mengarang
Mengembangkan
Menciptakan
Mendesain

C.    Aspek-aspek Tujuan Pembelajaran Khusus
Rumusan tujuan yang akurat memudahkan semua orang untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.rumusan tujuan pembelajaran yang memenuhi criteria SMART seperti di bawah ini:      
Spesific  : tujuan yang hendak dicapai menggambarkan hasil khusus
Measureable : tujuan harus menggambarkan hasil 
Attainable : mengetahui kemampuan dan kelemahan diri sehingga dibutuhkan usaha  
                    maksimal untuk mencapainya    
Realistic : tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah         
Targeted/Time bound : tujuan yang dirancang harus dihubungkan dengan waktu

Selain SMART, rumusan tujuan seharusnya memerhatkan aspek ABCD, yaitu:
1.      Audience         : individu yang belajar 
2.      Behavior          : perilaku/kompetensi yang harus dimiliki
3.      Condition        : kondisi yang menggambarkan situasi yang terjadi pada saat belajar
4.      Degree             : tingkat adalah standar yang ditunjukkan oleh peserta didik yang telah dipelajari dan dikuasai.

Pertanyaan:

            Rumusan tujuan pembelajaran dari Bloom dan Gagne berhenti pada pemerolehan pengetahuan, sikap dan keterampilan sedangkan kompetensi menggunakan pengetahuan, sikap dan perilaku untuk melakukan pekerjaan sehingga dapat dikatakan bahwa kompetensi berorientasi pada dunia kerja. Apakah tujuan pembelajaran yang dikemukakan di atas sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran? 



Senin, 03 April 2017

Introduction to the Field of Instructional Design and Technology

The field of Instructional Design and Technology has undergone several definition changes in recent
years. The definition of educational technology currently published by the Association for Educational Communications and Technology (AECT) is as follows: “Educational technology is the study and ethical practice of facilitating learning and improving performance by creating, using, and managing appropriate technological processes and resources” (Januszewski, 2008). The definition is explained in an extensive commentary that goes over the intended meaning of each word in the definition. This new definition and the accompanying commentary demonstrate the paradigm shift in education changing from teacher centered instruction strategies to more student centered learning strategies. The use of phrases such as “facilitating learning” and “improving performance” demonstrates the importance of the learner in the field of instructional technology.

There are several terms used in the field such as educational technology, instructional technology,
instructional design, and human performance technology. Each term has a specific meaning but often
they are used interchangeably even within the field. First, instructional technology and educational technology are often used interchangeably. There are differences of opinion on the actual definitions and on which term encompasses the other, but the most common description is that educational technology encompasses instructional technology because education is more broad than just instruction (Januszewski, 2008). A further distinction is also included in the Educational Technology Wikipedia article. It states, “Educational technology encompasses instructional theory and learning theory. Instructional technology covers processes and systems of learning and instruction, [while] educational technology includes other systems used in the process of developing human capability (http://en.wikipedia.org/wiki/Educational_technology).

Another common term in the field is instructional design. Wikipedia’s definition is the “practice of
arranging media (communication technology) and content to help learners and teachers transfer
knowledge most effectively” (http://en.wikipedia.org/wiki/Instructional_design). This process includes determining the current state of understanding, defining the end goal of instruction, and creating some “media-based intervention” to assist in the instruction. The University of Michigan put together a list of definitions on instructional design that gives further insight to the difference between instructional design and instructional technology. It states that instructional technology is made up of instructional design together with instructional development, which they define as the process of implementing the design plans (http://www.umich.edu/~ed626/define.html).
Finally, human performance technology is defined as a new form of instructional technology that
focuses on performance problems as they relate specifically to corporations rather than to educational
institutions.

MATERI LENGKAP 


 

Sample text

Sample Text

Sample Text