TUGAS UNTUK PAI 2
Oleh
Delfina Gemely
A.
Pengertian
Tujuan Pembelajaran
Istilah
tujuan pembelajaran khusus diterjemahkan dari frase (specific instructional objectives) yang mungkin tidak umum
digunakan. Terjemahan ini digunakan kata instructional
telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan pembelajaran, sehingga
untuk menyesuaikannya diberi istilah Tujuan Pembelajaran Khusus. Dick dan Carey
serta Rothwell dan Kazanas menggunakan istilah tujuan kinerja khusus (performance objectives). Adapun Robert
Mager menggunakan tujuan khusus perilaku (behavioral
objectives, yang lain ada yang hanya menyebutnya sebagai tujuan khusus (objectives) untuk membedakannya dengan
tujuan umum (goal).
Teacher and
Educational Development of University of New Mexico membuat defisi
tentang tujuan pembelajaran khusus, yaitu pernyataan hasil yang secara khusus
menangkap bagaimana pengetahuan, keterampilan, sikap yang harus peserta didik
dapat tunjukkan dalam mengikuti pembelajaran. Gordon juga mengatakan bahwa
tujuan pembelajaran khusus menggambarkan keterampilan, pengetahuan, kemampuan
atas sikap yang peserta didik harus miliki atau tunjukkan setelah mereka menyelesaikan
pelatihan atau pembelajaran. Jadi, tujuan pembelajaran khusus menunjuk pada
deskripsi perinci tentang kinerja yang mencakup pernyataan tentang hasil
pengetahuan, keterampilan, dan sikap berdasarkan standar tertentu yang hendak
dicapai.
B.
Klasifikasi
Tujuan Pembelajaran Khusus
Tiga domain
belajar yang mencakup domain kognitif yang menekankan tingkatan berfikir;
domain afektif yang merujuk pada sikap dan perasaan; serta domain psikomotor
yang menekankan pada tindakan. Berikut ini contoh rumusan tujuan pembelajaran
khusus yang diturunkan dari domain kognisi Bloom, afeksi Krathwohl, dan
psikomotor Harrow. Mulai dari tingkatan yang paling mudah sampai pada tingkat
kesulitan yang kompleks atau dengan menggunakan kategori mudah, sedang, dan
sulit. Di bawah ini adalah rumusan tujuan pembelajaran domain kognisi:
Kata Kerja Operasional Dimensi Kognisi
|
Pengetahuan
|
Pemahaman
|
Penerapan
|
Analisis
|
Sintesis
|
Evaluasi
|
|
Kategori Mudah
|
Kategori Sedang
|
Kategori Sulit
|
|||
|
Mendefinisikan
Menggambarkan/
Mendeskripsikan
Mengidentifikasi
Memberi
nama
Mendaftarkan
Menjodohkan
Menguraikan
Menghafal
Mengenal
Memperbanyak
Memilih
menyatakan
|
Memahami
Mengganti/
Menukar
Mempertahankan
Membedakan
Memperkirakan
Menjelaskan
Memperluas
Menyamaratakan
Memberi
contoh
Menduga
Menafsirkan
Paraphrase/
Memprediksi
Menulis
kembali
Meringkas
Menerjemahkan
Menguraikan
dengan kata-kata sendiri
|
Menerapkan
Mengubah
Menghitung
Mengkonstruksi
Mempertunjukkan
Menemukan
Memanipulasi
Memodifikasi
Mengoperasikan
Memprediksi
Menyiapkan
Memproduksi
Menghubungkan
Menunjukkan
Memecahkan
Menggunakan
|
Menganalisis
Membagi
Membandingkan
Mengontraskan
Membuat
bagan
Mendekonstruksi
Membedakan
Mendiskriminasikan
Mengidentifikasi
Menggambarkan
Menduga
Menguraikan
Mengaitkan
Memilih
Memisahkan
|
Mengategorikan
Menggabungkan
Menghimpun
Menyusun
Menciptakan
Merancang
Mendesain
Menghasilkan
Memodifikasi
Mengorganisasi
Merencanakan
Menyusun
Merekonstruksi
Menghubungkan
Mereorganisasi
Merevisi
Menulis
kembali
Meringkas
Mengatakan
Menulis
|
Menilai
Membandingkan
Menyimpulkan
Membedakan
Mengkritik
Membela
Mendiskriminasikan
Mengevaluasi
Menafsirkan
Membenarkan
Menghubungkan
Meringkas
Mendukung
|
Kata Kerja
Operasional Dimensi Afektif
|
Penerimaan
|
Pemberian Respon
|
Penilaian
|
Pengorganisasian
|
Internalisasi
/karakterisasi nilai
|
|
Kategori Mudah
|
Kategori Sedang
|
Kategori Sulit
|
||
|
Menanyakan/
Bertanya
Melukiskan
Mengikuti
Memberi
Memegang
Menempatkan
Menunjuk
Menjawab
Menegakkan
|
Membantu
Menyambut
Mendiskusikan
Menyesuaikan
diri
Menyajikan
melaporkan
|
Menyelesaikan
Membentuk
Menginisiasi
Mengundang
Menjustifikasi
Mengusulkan
Mengkaji
Membagi
Mengikut
serta
|
Menganut
Mengubah
Mengatur
Merumuskan
Memberi
pernyataan umum
Menggabungkan
Memodifikasi
Mengintegrasi
Mengelola
Mempersiapkan
|
Menindaki/
Bertindak
Memberi
perlakuan
Memperlihatkan
Memengaruhi
Memenuhi
syarat
Melayani
Memecahkan
masalah
memverifikasi
|
Kata Kerja
Operasional Dimensi Psikomotor
|
Persepsi
|
Kesiapan
|
Respons
Terbimbing
|
Mekanisme
|
Adaptasi
|
Organisasi
|
|
Kategori Mudah
|
Kategori sedang
|
Kategori Sulit
|
|||
|
Mendeteksi
Membedakan
Mengisolasi
Menghubungkan
menyeleksi
|
Memulai
Menampilkan
Memindahkan
Meneruskan
Bereaksi
Menyatakan dengan tegas
Berpegang teguh
Bekerja secara sukarela
|
Menyalin
Menelusuri
Mengikuti
Memberi reaksi
Memproduksi kembali
Meniru
|
Merakit
Menyesuaikan
Mengkonstruksi
Membongkar
Memamerkan
Mengikatkan
Memperbaiki
Menggiling
Memanaskan
Memanipulasi
Mengukur
Membetulkan
Mencampur
Membuat sketsa
|
Menyesuaikan
Mengubah
Menata kembali
Mereorganisasi
Merevisi
Menyelang-selingkan
|
Menyusun
Membangun
Menggabungkan
Mengarang
Mengembangkan
Menciptakan
Mendesain
|
C.
Aspek-aspek
Tujuan Pembelajaran Khusus
Rumusan
tujuan yang akurat memudahkan semua orang untuk mengukur ketercapaian tujuan
pembelajaran.rumusan tujuan pembelajaran yang memenuhi criteria SMART seperti
di bawah ini:
Spesific : tujuan yang hendak dicapai menggambarkan hasil khusus
Measureable : tujuan harus menggambarkan hasil
Attainable : mengetahui kemampuan dan kelemahan diri sehingga dibutuhkan usaha
maksimal untuk mencapainya
Realistic : tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah
Targeted/Time bound : tujuan yang dirancang harus dihubungkan dengan waktu
Spesific : tujuan yang hendak dicapai menggambarkan hasil khusus
Measureable : tujuan harus menggambarkan hasil
Attainable : mengetahui kemampuan dan kelemahan diri sehingga dibutuhkan usaha
maksimal untuk mencapainya
Realistic : tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah
Targeted/Time bound : tujuan yang dirancang harus dihubungkan dengan waktu
Selain SMART, rumusan tujuan seharusnya
memerhatkan aspek ABCD, yaitu:
1.
Audience : individu yang belajar
2.
Behavior : perilaku/kompetensi yang harus dimiliki
3.
Condition : kondisi yang menggambarkan situasi yang terjadi pada saat
belajar
4.
Degree : tingkat adalah standar yang ditunjukkan oleh peserta
didik yang telah dipelajari dan dikuasai.
Pertanyaan:
Rumusan tujuan pembelajaran dari
Bloom dan Gagne berhenti pada pemerolehan pengetahuan, sikap dan keterampilan
sedangkan kompetensi menggunakan pengetahuan, sikap dan perilaku untuk
melakukan pekerjaan sehingga dapat dikatakan bahwa kompetensi berorientasi pada
dunia kerja. Apakah tujuan pembelajaran yang dikemukakan di atas sudah cukup
untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran?