Rabu, 11 Oktober 2017

WELCOME TO KULIAH DESAIN PEMBELAJARAN


SELAMAT DATANG PADA SITUS "KULIAH DESAIN PEMBELAJARAN'  HALAMAN  INI MERUPAKAN TEMPAT UNTUK BERINTERAKSI ANTARA DOSEN DENGAN MAHASISWA, MAHASISWA DENGAN MAHASISWA, SERTA DOSEN, MAHASISWA, DENGAN SUMBER BELAJAR. 

SERING TERJADI, PERKULIAHAN TIDAK DAPAT BERLANGSUNG TANPA KEHADIRAN DOSEN DALAM RUANG KELAS. PERKULIAHAN SEPERTI INI DISEBUT PERKULIAHAN TATAP MUKA (FACE TO FACE MEETING). SEIRING DENGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK), PERKULIAHAN SEHARUSNYA TIDAK LAGI MENGANDALKAN KEKUATAN FACE TO FACE (F2F) YANG TERPUSAT PADA DOSEN, TETAPI JUGA HARUS DIARAHKAN PADA PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI SUMBER BELAJAR. PERKULIAHAN YANG MEMADUKAN ANTARA KEDUA SUMBER TERSEBUT DISEBUT DENGAN BLENDED LEARNING.  

DALAM SETTING PEMBELAJARAN JARAK JAUH, PERKULIAHAN SERING DILAKUKAN SECARA ONLINE SAJA BAIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ASINGKONUS (MENGANDALKAN WEBSITE) MAUPUN YANG DILAKUKAN SECARA SINGKRONUS (MELALUI TELEKONFERENS/LIVE). NAMUN DEMIKIAN, UNTUK SITUASI DI INDONESIA SECARA UMUM, SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE MASIH MENGALAMI KENDALA KONEKTIVITAS PERALATAN/INTERNET YANG TERBATAS. ITULAH SEBABNYA, PEMBELAJARAN BLENDED SANGAT DIBUTUHKAN.

PENGGUNAAN PEMBELAJARAN BLENDED MERUPAKAN TUNTUTAN AGAR PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAPAT TETAP TERJAGA WALAUPUN TIDAK DILAKUKAN DI DALAM RUANG KELAS KARENA  HARI LIBUR, FAKTOR KESIBUKAN, ATAU ALASAN SAKIT  DAN SEBAGAINYA. DI SINI RANCANGAN PEMBELAJARAN SANGAT MENENTUKAN UNTUK MEMBAGI PADA SAAT MANA PEMBELAJARAN DAPAT DILAKUKAN SECARA F2F, BLENDED, ATAU ONLINE SAJA.

SELAMAT MENIKMATI PERKULIAHAN INI

Senin, 29 Mei 2017

BAHAN DISKUSI PAI 2

MENGEMBANGKAN BAHAN PEMBELAJARAN
BY : Hartawati / 80200215038

Beberapa istilah yang berhubungan dengan bahan pembelajaran (instructional materials) adalah bahan (material) dan bahan ajar (learning materials. Semuanya mengacu pada seperangkat bahan yang disusun secara sistematis untuk kebutuhan pembelajaran yang bersumber dari bahan cetak, alat bantu visual, audio, video, multimedia dan animasi, serta komputer dan jaringan. Pentingnya bahan pembelajaran mencakup tiga elemen penting, yakni: (1) sebagai representasi sajian guru, dosen, atau instruktur; (2) sebagai sarana pencapaian standar kompetensi, kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran; dan (3) sebagai optimalisasi pelayanan terhadap peserta didik.
Pengembang pembelajaran berperan sebagai pengembang sekaligus pengembang materi, dan sebagai guru, dosen, atau instruktur bukan hanya sebagai pemberi pembelajaran yang sehari-hari berdiri di depan kelas untuk menyajikan materinya, melainkan juga sebagai pengembang pembelajaran termasuk juga mengembangkan bahan pembelajaran. Pengembang pembelajaran yang bukan guru, dosen, atau instruktur harus bekerja sama dengan para pengembang kurikulum, ahli konten, tim yang bertanggung jawab pada desain, pengembangan, dan implementasi pendidikan dan pelatihan, tim yang berasal dari konsultan pengembang pembelajaran, personel pelatih atau instruktur, guru dan staf pengajar yang terdapat di universitas khususnya dalam fakultas dan jurusan pendidikan.
Dilihat dari segi format atau bentuknya, bahan pembelajaran dapat dibagi tiga jenis, yakni bahan cetak ; biasanya dalam bentuk buku kerja modular, bahan bukan cetak ; dapat berupa audio, video, dan computer. dan kombinasi cetak dan bukan cetak. Dilihat dari sistem pelaksanaan dan pengembangannya bahan ajar dapat diklasifikasi ke dalam tiga bentuk , yakni: (1) sistem pembelajaran mandiri, (2) sistem pembelajaran tatap muka, dan (3) sistem pembelajaran kombinasi, yang terakhir ini terkenal dengan istilah blended learning yang merujuk pada penggabungan dari dua lingkungan belajar yang berbeda; ruang kelas tatap muka secara tradisional dan kegiatan belajar bermendiasikan komputer. Terdapat enam langkah pengembangan bahan pembelajaran yakni mempersiapkan garis-garis besar bahan pembelajaran, melakukan penelitian, menguji bahan pembelajaran yang tersedia, menyusun atau memodifikasi bahan yang tersedia, menyediakan dan membuat bahan pembelajaran, dan menyeleksi atau menyediakan aktivitas pembelajaran. Keenam langkah kemudian disederhanakan menjadi tiga langkah, yakni memilih tema atau topik yang sesuai, menetapkan kriteria, dan menulis atau menyusun bahan pembelajaran baru.




PERTANYAAN
Setelah membaca materi tentang “Mengembangkan Bahan Pembelajaran” dapat dipahami betapa pentingnya sebuah bahan pembelajaran di dalam suatu pendidikan, olehnya itu saya meminta agar kiranya dapat digambarkan bagaimana kriteria mengembangkan sebuah bahan pembelajaran yang baik dan benar!

Sabtu, 13 Mei 2017

BAHAN DISKUSI PAI 2

MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMBELAJARAN
By: Andi Syahriani Nur / 80300215003

  1. Pengertian Pendekatan, Strateg, Teknik, , dan Taktik Pembelajaran
Pendekatan merupakan sudut pandang bagi guru, dosen, atau instruktur atau pengembang terhadap proses pembelajaran, seperti pendekatan yang berpusat pada guru, dosen, atau instruktur dan pendekatan yang berpusat pada peserta didik. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung, pembelajaran deduktif, atau pembelajaran ekspositori. Adapun, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif.
Metode merupakan upaya untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Tidak semua metode cocok digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Metode-metode yang dapat diterapkan dalam pembelajaran adalah metode ceramah, demonstrasi, diskusi, simulasi, pemberian tugas dan resitasi, tanya jawab, pemecahan masalah (problem solving), sistem regu, metode latihan, karyawisata, ekspositori, inkuiri, kontekstual, bermain peran, induktif, dan deduktif.
Teknik bersifat implementasi yang terjadi dalam ruang kelas. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. Adapun taktik dalam pembelajaran merupakan gaya yang diperankan oleh pendidik secara individu (yang berbeda dengan pendidik lainnya) dalam mengimplementasikan teknik atau metode tertentu.
Strategi kadang-kadang dipahami sebagai keseluruhan rencana yang mengarahkan pengalaman belajar, seperti mata pelajaran, mata kuliah, atau modul. Strategi mencakup cara yang direncanakan oleh pengembang pembelajaran untuk membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran makro adalah  berbagai aspek untuk memilih strategi penyampaian, urutan, dan pengelompokan rumpun (cluster) isi, menggambarkan komponen belajar yang dimasukkan dalam pembelajaran, menentukan bagaimana peserta didik dikelompokkan selama pembelajaran. Adapun strategi mikro adalah berbagai aktivitas pembelajaran, seperti diskusi kelompok, membaca independen, studi kasus, ceramah, simulasi computer, lembar kerja, dan proyek kelompok kooperatif.
  1. Komponen Umum Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran menggambarkan komponen umum materi pembelajaran dan prosedur yang digunakan dalam mencapai hasil. Konsep pembelajaran tergambar dalam peristiwa pembelajaran. Peristiwa belajar menggambarkan aktivitas peserta didik dalam menerima, mempraktikkan, menciptakan, dan lain-lain.  Dapat dipahami bahwa, belajar hanya bisa terjadi jika terjadi aktivasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran menggambarkan paling tidak ada tiga kategori utama, sebagai berikut:
    1. Belajar dipandang sebagai suatu proses internal yang terjadi pada individu yang mentransformasi stimulasi dari lingkungan individu ke dalam sejumlah bentuk informasi yang berkembang secara progresif untuk membangun memori jangka panjang.
    2. Kemampuan dan kinerja sebagai hasil belajar yang diselenggarakan dapat dikategorikan ke dalam dua bagian utama, pertama, berorientasi praktis, dan kedua berorientasi teoretis.
    3. Sementara peristiwa pembelajaran yang mendukung proses belajar merujuk pada kategori-kategori umum tanpa tergantung dari hasil belajar yang diharapkan, pelaksanaan yang menopang peristiwa pembelajaran berbeda-beda dari masing-masing kelima kategori kemampuan.
Secara perinci, pembahasan mengenai strategi pembelajaran terdiri dari empat komponen utama, yaitu: (1) urutan kegiatan pembelajaran, (2) metode, (3) media, dan (4) waktu. Selanjutnya adalah komponen metode pembelajaran. Komponen metode pembelajaran mencakup beberapa metode yang disesuaikan dengan langkah-langkah pada urutan kegiatan. Setiap langkah dapat disesuaikan dengan satu atau lebih metode tergantung dari metode mana yang cocok dengan tujuan, materi, dan jenis media yang digunakan.Terakhir adalah komponen waktu, yakni jumlah waktu dalam menit yang dibutuhkan dalam menyelesaikan setiap langkah dalam urutan pembelajaran.
Berdasarkan pembahasan mengenai komponen utama dalam strategi pembelajaran sebagaimana diberikan di atas, maka strategi pembelajaran yang menjadi fokus kajian dalam pembahasan terdiri atas tiga elemen penting, yaitu, (1) aktivitas pembelajaran, (2) metode pembelajaran, dan (3) media pembelajaran. Dengan demikian, yang dimaksud dengan mengembangkan strategi pembelajaran pada hakikatnya adalah mengembangkan ketiga elemen aktivitas, metode, dan media pembelajaran.
  1. Mengembangkan Aktivitas Pembelajaran
Secara sederhana, aktivitas merupakan tugas dalam pembelajaran yang melibatkan pengalaman dan partisipasi langsung peserta didik. Aktivitas pembelajaran sering disebut dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), yang merujuk pada berbagai aktivitas mulai dari aktivitas pendahuluan, inti, dan penutup. Berikut penjelasan setiap aktivitas belajar diantaranya:
    1. Aktivitas Pendahuluan
Aktivitas pendahuluan adalah suatu bentuk aktivitas awal untuk memberikan motivasi, menginformasikan pengetahuan dan keterampilan prasyarat yang harus dikuasai, dan tujuan atau standar kompetensi yang akan diperoleh dalam pembelajaran. John Keller memperkenalkan pendekatan metode ARCS untuk menjadi dasar dalam membangun motivasi peserta didik, yang disimpulkan sebagai berikut:
A = Attention (perhatian).
R = Relevance (hubungan).
C = Confidence (keyakinan).
S = Satisfacation (Kepuasan).
    1. Aktivitas Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
    1. Aktivitas Penutup
Aktivitas penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian, dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut.
  1. Mengembangkan Metode Pembelajaran
Khusus mengenai definisi metode pembelajaran banyak istilah yang sering digunakan seperti metode mengajar (teaching methods), strategi mengajar (teaching strategies), dan metode pembelajaran itu sendiri (instructional methods). Metode adalah alat atau cara yang digunakan untuk mengajarkan materi pembelajaran kepada peserta didik. Pemilihan metode tergantung pada apa yang ingin diajarkan (kontent), siapa yang diajarkan,dan tingkat kemampuan yang diharapkan. Untuk lebih rincinya yang dimaksudkan dengan metode pembelajaran adalah alat, cara, atau aktivitas yang digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran.
Banyak sekali metode yang dapat digunakan dalam proses pembelajarn. Dalam buku ini penulis menyajikan 24 metode pembelajaran yang dihubungkan dengan kecerdasan jamak. Hal ini dilakukan untuk memudahkan guru, dosen, atau instruktur dalam memilih metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Untuk lebih lanjutnya dapat dilihat di dalam buku mengenai macam – macam metode pembelajaran yang dihubungkan dengan kecerdasan jamak.
  1. Mengembangkan Media Pembelajaran
Pengembangan media pembelajaran di sini mengarah pada pemilihan media yang digunakan dalam pembelajaran. Media yang dimaksud mencakup media cetak, objek nyata, visual, audio, audiovisual, video, multimedia atau internet.
Media Pembelajaran itu sendiri adalah peralatan untuk menyediakan lingkungan yang kaya terhadap ransangan atau dorongan. Adapun Pengembangan media di sini harus merujuk pada pemilihan media yang sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran. Selain itu, dijabarkan pula macam – macam media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi, dan metode pembelajaran. Tiare dalam Smaldino, Lowther dan Russel memberikan petunjuk teknis dalam memilih media pembelajaran yang sesuai, sebagai berikut:
  • Searah dengan standar, tujuan pembelajaran (umum dan khusus).
  • Kesesuaian umur dan kemampuan bahasa.
  • Tingkat kemenarikan dan ketrlibatan jika media itu digunakan.
  • Kualitas teknik yang merujuk pada keterjangkauan media yang dipilih.
  • Kemudahan penggunaan dan pengoprasiannya.
  • Bebas Bias: termasuk gender, suku, ras, agama dan letak geografis.
  • Dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya.
Selanjutnya, Sen (2012) memberikan empat petunjuk yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran, yakni:
    • Memperhatikan tujuan penggunaan media.
    • Menentukan domain mana yang perlu diarahkan; kognitif, afektif, dan psikomotor.
    • Mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi pemilihan media.
    • Menyeleksi media pembelajaran yang sesuai.

PERTANYAAN
  1. Apakah perbedaan antara model pembelajaran dan desain pembelajaran? Jelaskan!
  2. Jelaskan perbedaan strategi pembelajaran induktif dan deduktif!
  3. Bagaimanakah cara mengembangkan strategi pembelajaran yang baik?
  4. Jelaskan tahapan – tahapan dalam memilih media pembelajaran! Serta apa yang harus diperhatikan dalam memilih media pwmbelajaran!
 

Sample text

Sample Text

Sample Text