Rabu, 11 Oktober 2017

KUIS, UTS, DAN UAS



KUIS

KUIS UNTUK KELAS PAI I


KUIS 2

KUIS 3

KUIS 4

KUIS 5

KUIS 6

KUIS 7

KUIS 8

KUIS 9

KUIS 10



KUIS UNTUK KELAS PAI II


KUIS 2

KUIS 3

KUIS 4

KUIS 5

KUIS 6

KUIS 7


KUIS UNTUK KELAS PAI NON-REGULER


KUIS 2

KUIS 3

KUIS 4

KUIS 5

KUIS 6

KUIS 7


UJIAN TENGAH SEMESTER









WELCOME TO KULIAH DESAIN PEMBELAJARAN


SELAMAT DATANG PADA SITUS "KULIAH DESAIN PEMBELAJARAN'  HALAMAN  INI MERUPAKAN TEMPAT UNTUK BERINTERAKSI ANTARA DOSEN DENGAN MAHASISWA, MAHASISWA DENGAN MAHASISWA, SERTA DOSEN, MAHASISWA, DENGAN SUMBER BELAJAR. 

SERING TERJADI, PERKULIAHAN TIDAK DAPAT BERLANGSUNG TANPA KEHADIRAN DOSEN DALAM RUANG KELAS. PERKULIAHAN SEPERTI INI DISEBUT PERKULIAHAN TATAP MUKA (FACE TO FACE MEETING). SEIRING DENGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK), PERKULIAHAN SEHARUSNYA TIDAK LAGI MENGANDALKAN KEKUATAN FACE TO FACE (F2F) YANG TERPUSAT PADA DOSEN, TETAPI JUGA HARUS DIARAHKAN PADA PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI SUMBER BELAJAR. PERKULIAHAN YANG MEMADUKAN ANTARA KEDUA SUMBER TERSEBUT DISEBUT DENGAN BLENDED LEARNING.  

DALAM SETTING PEMBELAJARAN JARAK JAUH, PERKULIAHAN SERING DILAKUKAN SECARA ONLINE SAJA BAIK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ASINGKONUS (MENGANDALKAN WEBSITE) MAUPUN YANG DILAKUKAN SECARA SINGKRONUS (MELALUI TELEKONFERENS/LIVE). NAMUN DEMIKIAN, UNTUK SITUASI DI INDONESIA SECARA UMUM, SISTEM PEMBELAJARAN ONLINE MASIH MENGALAMI KENDALA KONEKTIVITAS PERALATAN/INTERNET YANG TERBATAS. ITULAH SEBABNYA, PEMBELAJARAN BLENDED SANGAT DIBUTUHKAN.

PENGGUNAAN PEMBELAJARAN BLENDED MERUPAKAN TUNTUTAN AGAR PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAPAT TETAP TERJAGA WALAUPUN TIDAK DILAKUKAN DI DALAM RUANG KELAS KARENA  HARI LIBUR, FAKTOR KESIBUKAN, ATAU ALASAN SAKIT  DAN SEBAGAINYA. DI SINI RANCANGAN PEMBELAJARAN SANGAT MENENTUKAN UNTUK MEMBAGI PADA SAAT MANA PEMBELAJARAN DAPAT DILAKUKAN SECARA F2F, BLENDED, ATAU ONLINE SAJA.

SELAMAT MENIKMATI PERKULIAHAN INI

Senin, 29 Mei 2017

BAHAN DISKUSI PAI 2

MENGEMBANGKAN BAHAN PEMBELAJARAN
BY : Hartawati / 80200215038

Beberapa istilah yang berhubungan dengan bahan pembelajaran (instructional materials) adalah bahan (material) dan bahan ajar (learning materials. Semuanya mengacu pada seperangkat bahan yang disusun secara sistematis untuk kebutuhan pembelajaran yang bersumber dari bahan cetak, alat bantu visual, audio, video, multimedia dan animasi, serta komputer dan jaringan. Pentingnya bahan pembelajaran mencakup tiga elemen penting, yakni: (1) sebagai representasi sajian guru, dosen, atau instruktur; (2) sebagai sarana pencapaian standar kompetensi, kompetensi dasar atau tujuan pembelajaran; dan (3) sebagai optimalisasi pelayanan terhadap peserta didik.
Pengembang pembelajaran berperan sebagai pengembang sekaligus pengembang materi, dan sebagai guru, dosen, atau instruktur bukan hanya sebagai pemberi pembelajaran yang sehari-hari berdiri di depan kelas untuk menyajikan materinya, melainkan juga sebagai pengembang pembelajaran termasuk juga mengembangkan bahan pembelajaran. Pengembang pembelajaran yang bukan guru, dosen, atau instruktur harus bekerja sama dengan para pengembang kurikulum, ahli konten, tim yang bertanggung jawab pada desain, pengembangan, dan implementasi pendidikan dan pelatihan, tim yang berasal dari konsultan pengembang pembelajaran, personel pelatih atau instruktur, guru dan staf pengajar yang terdapat di universitas khususnya dalam fakultas dan jurusan pendidikan.
Dilihat dari segi format atau bentuknya, bahan pembelajaran dapat dibagi tiga jenis, yakni bahan cetak ; biasanya dalam bentuk buku kerja modular, bahan bukan cetak ; dapat berupa audio, video, dan computer. dan kombinasi cetak dan bukan cetak. Dilihat dari sistem pelaksanaan dan pengembangannya bahan ajar dapat diklasifikasi ke dalam tiga bentuk , yakni: (1) sistem pembelajaran mandiri, (2) sistem pembelajaran tatap muka, dan (3) sistem pembelajaran kombinasi, yang terakhir ini terkenal dengan istilah blended learning yang merujuk pada penggabungan dari dua lingkungan belajar yang berbeda; ruang kelas tatap muka secara tradisional dan kegiatan belajar bermendiasikan komputer. Terdapat enam langkah pengembangan bahan pembelajaran yakni mempersiapkan garis-garis besar bahan pembelajaran, melakukan penelitian, menguji bahan pembelajaran yang tersedia, menyusun atau memodifikasi bahan yang tersedia, menyediakan dan membuat bahan pembelajaran, dan menyeleksi atau menyediakan aktivitas pembelajaran. Keenam langkah kemudian disederhanakan menjadi tiga langkah, yakni memilih tema atau topik yang sesuai, menetapkan kriteria, dan menulis atau menyusun bahan pembelajaran baru.




PERTANYAAN
Setelah membaca materi tentang “Mengembangkan Bahan Pembelajaran” dapat dipahami betapa pentingnya sebuah bahan pembelajaran di dalam suatu pendidikan, olehnya itu saya meminta agar kiranya dapat digambarkan bagaimana kriteria mengembangkan sebuah bahan pembelajaran yang baik dan benar!
 

Sample text

Sample Text

Sample Text