Menganalisis Pembelajaran
Oleh Budiarto
Oleh Budiarto
Dalam hubungannya dengan pelaksanaan pembelajaran ada beberapa hal yang harus kita ketahui
Kompetensi
Istilah kompetensi dalam bidang pendidikan dan dunia kerja begitu popular digunakan. Namun hakikat kompetensi itu sendiri belum banyak dijelaskan lebih perinci,bahkan digunakan bukan pada tempatnya. Hoekstra dan van Sluijs dalam Utwente (2000) mengatakan bahwa kompetensi merupakan kemampuan tersembunyi yang dimiliki seorang untuk melakukan suatu tugas tertentu atau situasi masalah secara efektif dengan jelas dan struktur. Sedangkan menurut E. Mulyasa (2006: 37-38) mengatakan bahwa kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
Kompetensi lebih dari sekadar pengetahuan dan keterampilan. Kompetensi mencakup kemampuan untuk memenuhi kebutuhan kompleks, dengan menggambar memobilisasi sumber daya tentang psikososial (keterampilan dan sikap).misalnya, kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif adalah suatu kompetensi yang dapat membangun pengetahuan individu tentang bahasa, keterampilan praktis tentang teknologi informasi, dan sikap terhadap orang-orang ketika berkomunikasi. Definisi tersebut menekankan kompetensi pada tiga hal pokok, yakni:
1. Kemampuan individu menggunakan alat-alat secara efektif untuk berinteraksi dengan lingkungan
2. Kemampuan individu untuk terlibat dengan orang lain, termasuk mereka dari latar belakang yang berbede-beda.
Kemampuan untuk mengambil tanggung jawab untuk mengelola kehidupan sendiri.
Berdasarkan beberapa difenisi yang diberikan di atas maka kompetensi dapat disimpulkan:
1. Kemampuan untuk melakukan suatu tugas tertentu secara efektif, jelas dan terukur.
2. Pengetahuan, keterampilan, nilai, sikap, dalam berpikir
3. Kemampuan berkomunikasi secara efektif, keterampiln praktis, dan sikap dalam berkomunikasi.
4. Keterampilan pengetahuan, dan sikap untuk melakukan aktivitas pekerjaan secara efektif sesuai dengan standar.
Tujuan pembelajaran
Setelah melakukan analisis kebutuhan pembelajaran, langkah selanjutnya dalam mendesain pembelajaran adalah analisis tujuan pembelajaran atau biasa dikenal dengan istilah instruksional umum.
Tujuan instruksional umum menggambarkan perilaku apa yang siswa akan pelajari atau mampu melakukan setelah pembelajaran dan menunjukkan di mana konteks perilaku tersebut terjadi.
Tujuan instruksional umum adalah:
1. Pernyataan umum yang jelas tentang hasil belajar peserta didik.
2. Berkaitan dengan masalah dan penilaian kebutuhan yang diidentifikasi,.
3. Dapat dicapai melalui pembelajaran bukan dengan cara yang lebih efisien seperti meningkatkan motivasi karyawan.
2. Berkaitan dengan masalah dan penilaian kebutuhan yang diidentifikasi,.
3. Dapat dicapai melalui pembelajaran bukan dengan cara yang lebih efisien seperti meningkatkan motivasi karyawan.
Tujuan instruksional umum memiliki tiga persyaratan:
1. Harus terukur, yaitu menggambarkan perilaku siswa untuk dilakukan secara langsung dan dapat diamati.
2. Menunjukan apa yang siswa dapat diselesaikan.
3. Menetapkan konteks dimana perilaku tersebut terjadi untuk membuat perilaku berfungsi
2. Menunjukan apa yang siswa dapat diselesaikan.
3. Menetapkan konteks dimana perilaku tersebut terjadi untuk membuat perilaku berfungsi
Selain tujuan instruksional umum, terdapat pula tujuan instrusional khusus, jika tujuan instruksional umum dipahami sebagai pernyataan umum yang jelas tentang hasil belajar peserta didik, maka tujuan instruksional khusus merupakan penyataan khusus yang menentukan istilah behavioral (yang dapat diukur) tentang apa yang peserta didik lakukan sebagai hasil dari pembelajaran (Marrison, 2004). TIK menggambarkan hasil belajar yang diharapkan dan bukan ringkasan isi materi pembelajaran. maka dapat dipahami bahwa sebenarnya standar kompetensi dan kompetensi dasar memiliki landasan dasar yang sama dengan tujuan instruksional umum dan tujuan instruksioanal khusus, yakni merujuk pada taksonomi tujuan pembelajaran bloom: kognisi, afeksi, dan psikomotorik. Rumusan tujuan pembelajaran hanya berhenti pada pemeroleh pengetahuan, sikap dan perilaku, sedangkan kompetensi menggunakan pengetahuan, sikap, dan perilaku unyuk melakukan pekerjaan sehingga dapat dikatakan bahwa kompetnsi berorientasi pada dunia kerja (Suparman: 2012).
Taksonomi pembelajaran
Istilah taksonomi berasal dari bahasa Yunani (Greek), yang terdiri atas dua kata “taxis” yang berarti aturan dan “nomos’ berarti ilmu pengetahuan. Jadi taksonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi (Wikipedia: 2010,1). Taksonomi pembelajaran adalah klasifikasi tujuan pembelajaran berdasarkan domain pengetahuan, sikap, keterampilan yang diidentifikasi dalam tiga domain: kognitif, afeksi, dan psikomotorik.
Domain kognisi mengacu kepada aktivitas mental, di mana fokus pembelajaran pada proses penyampain informasi dan penanaman konsep baru. Domain afeksi terdiri atas berbagai konsruksi: khusus bagi para pendidik, digambarkan sebagai sikap, keyakinan perasaan, apresiasi dan kesukaan. Sedangkan domain psikomotorik berhubungan dengan perkembangan keterampilan fisik mulai dari kerja fisik sederhana sampai pada kemampuan kerja otot yang lebih rumit. Rana kognisi, afeksi dan psikomotorik yang merupakan produk pendidikan barat khususnya Amerika Serikat, dalam toksonomi pembelajaran tidak lebih sempurna dari taksonomi KHD yang terdiri atas olah pikir, rasa, olah hati, dan olah raga. Namun dalam realitas guru dan perancang pembelajaran lebih cenderung merujuk pada Bloom yang akar spritualnya belum terintegrasi (Yaumi: 2010:7). Hal ini taksonomi Bloom telah dirumuskan lebih jelas sehingga indikator pencapain mudah diukur dan dievaluasi.
1. DOMAIN KOGNISI
Suatu rana kemampuan berpikir tentang fakta-fakta spesifik, pola, prosedur, dan konsep-konsep dalam pengembangan pengetahuan yang meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, anlisis, sintesis, dan evaluasi.
2. DOMAIN AFEKSI
Meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat emosional seperti, perasaan, nilai, apresiasi, antusias, motivasi, dan sikap (Kratwhohl, 19973). Meliputi penerimaan, pemberian tanggapan, penilian, pengorganisasian, dan internalisasi.
3. DOMAIN PSIKOMOTORIK
Domain ini megingat kembali fakta –fakta tertentu pola prosedur dan sikap untuk membantu mengembangkan kemampuan intelektual dan keterampilan.yang meliputi, persepsi, kesiapan, respon terbimbing, mekanisme, respon kompleks, adaptasi, dan organisasi.
Komponen Tujuan Pembelajaran
Selain tiga domain yang disebutkan taksonomi di atas terdapat pula taksonomi hasil belajar Gagne yang dikenal dengan istilah lima kategori kemampuan.
1. Kemampuan intelektual
Kemampuan untuk memberikan alasan rasional, memahami, logika sederhana dan kompleks, berdiskusi dan berdebat dengan topik, menggunakan simbol-simbol dan rumus berkomunikasi dengan baik.
2. Strategi kognitif
Cara yang dilakukan peserta didik dalam mengarahkan belajar, berpikir, berperasaan dan berbuat secara sendiri (Gagne; 2005).
3. Informasi verbal
Pengetahuan yang berdasarkan atau berhubungan dengan fakta.
3. Sikap
Sikap merupakan kondisi internal yang memengaruhi tindakan seseorang
4. Kemampuan psikomotorik
Merupakan kemampuan motor merujuk kepada kemampuan untuk menggunakan sesuatu secara fisik, seperti menguasai alat, mengoperasikan, menggunakan, dan mampu menghasilkan.
Dengan demikian, kemampuan psikomotorik adalah kemampuan untuk mengenal alat,bahan, memegang tanpa menimbulkan kerusakan, menguasai dasar-dasar penggunaanya, mengoperasikan, dalam bekerja, memproduksi, mengevaluasi, dan penggunaanya untuk melakukan pekerjaan.
Bahan Diskusi
Setelah membaca bahan di atas, terdapat perbedaan tentang tujuan pembelajaran. Bloom membagi tujuan pembelajaran ke dalam tiga ranah, sedangkan Gagne membaginya ke dalam lima ranah.
Pertanyaan
MANA KOMENTARNYA ANDA SEMUA?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih atas materi yang telah diposting saudara budiarto.
BalasHapusYang pertama yang ingin saya komentari adalah masalah penomoran. Mungkin kedepannya bisa lebih teliti. Itu pada taksonomi hasil belajar menurut gagne itu dua kali nomor 3 nya.
Komentar selanjutnya, kalau menurut hasil bacaan saya dalam buku strategi pembelajaran teori & aplikasi yang ditulis oleh Jamil Supratihaningrum, kelima taksonomi hasil belajar itu sebenarnya menurut gagne & Briggs.
Mengenai pertanyaan saudara budiarto tentang hal mendasar yang menyebabkan perbedaan antara taksonomi yang diungkapkan oleh bloom dkk dan gagne saya belum pernah mendapatkan referensinya. Namun menurut pemahaman saya bahwa yang biasanya menyebabkan perbedaan pendapat antara satu ahli dengan ahli yang lainnya adalah:
1. Latar belakang keilmuan
2. Dari sisi mana orang tersebut memandang
3. Situasi dan kondisi tempat orang tesebut berada.
Sekian untuk sementara, terima kasih banyak. Dan mohon dilkoreksi serta diluruskan apabila ada yang keliru.
Cari referensi Pak Andi Aman. Kalo tidak mendapatkan yang berbahasa Indonesia, anda cari dengan menggunakan bahasa Inggris kemudian diterjemahkan. Telaah lima komponen kemampuan menurut Gagne, apakah tidak dapat dibagi ke dalam tiga kategori seperti yang terdapat pada taksonomi Bloom?
HapusTerima kasih banyak ustas atas sarannya.
HapusSaya mencoba mencari referensi tentang hal tersebut.
Adapun hasil dari pencaharian saya dari satu artikel berbahasa Indonesia. Mengatakan bahwa:
Gagne mengemukakan 5 macam hasil belajar.
3 diantaranya bersifat kognitif
1 diantaranya bersifat afektif, dan
1 diantaranya bersifat psikomotorik.
Dan setelah saya membaca lebih lanjut artikel tersebut saya dapat menarik kesimpulan sementara bahwa:
1. Kemampuan intelektual, strategi kognitif dan informasi verbal masuk di dalam ranah kognitif
2. Sikam masuk di dalam ranah afektif
3. Kemampuan psikomotor masuk di dalam ranah psikomotorik.
Sekian untuk sementara, mohon pencerahannya kalo ada yang keliru
Dan mohon maaf karena sampai saat ini belum bisa menemukan referensi yang berbahasa inggris.
Semoga kesehatan menyertai kita semua. Aamiin.
BalasHapusTerima kasih atas bahan yang telah diposting...
Lebih awal saya ingin sampaikan, terkait dengan jawaban dari pertanyaan di atas, saya masih berusaha untuk menelusuri alasan yang melandasai perbedaan ranah tersebut, dan saya belum bisa memberkan komentar terkait jawaban dari pertanyaan tersebut.
Tapi sekiranya bisa menambahkan komentar, sependek pengetahuan saya, Antara ranah tujuan belajar (taksonomi) yang dikemukakan oleh Bloom dan Gagne, tidak ada perbedaan yang prinsipil/mendasar, karena ranah yang dikemukakan oleh Bloom mencakup ranah tujuan belajar yang dikemukakan oleh Gagne. Gagne dalam mengurai ranah tujuan beelajar sedikit lebih detail dibandingkan dengan Bloom. Tetapi kalau tidak salah, Ranah tujuan belajar dari Gagne adalah Taksonomi pertama yang muncul dalam dunia pembelajaran, lalu kemudian "disederhanakan" oleh Bloom dengan tiga Ranah Tujuan Belajar yang kita kenal sekarang...
Mohon dikoreksi jika ada yang salah....Terima kasih....
Kalau menurut nana sudjana & ibrahim dalam bukunya "Penelitian dan Penilaian Pendidikan" bahwa indikator hasil belajar adalah aspek kognitif. Dimana aspek kognitif ini meliputi,
BalasHapusa. Pengetahuan/ pengenalan
b. Pemahaman
c. Aplikasi
d. Analisis
e. Sintesis
f. Evaluasi.
Itu sedikit tambahan berdasarkan hasil bacaan saya.
Mana komentar kawan-kawan yang lain? Budiarto tolong dipush agar kawan-kawan bisa aktif dalam pemaparan ide. Hal ini penting karena penilaian banyak berpijak pada interaksi Anda semua dalam memberi komentar dan menanggapi komentar peserta didik yang lain.
BalasHapusiyye pak siap
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih atas materi yang telah diposting saudara Lataf.
BalasHapusSetelah saya menyimak dan memabaca beberapa referensi terkait pembahasan tersebut, saya memahami bahwa perbedaan yang terjadi antara taksonomi Bloom dengan taksonomi yang dikemukakan oleh Gagne tentang tujuan pembelajaran, hanya terletak pada "penekanan" atau berdasarkan pada aspek yang ditinjau. Bloom meninjau aspek jenis-jenis perilaku dalam "hasil belajar" yang harus dicapai peserta didik. Oleh karena itu, taksonomi Bloom sangat bermanfaat bagi guru, jika akan merumuskan tujuan instruksional yang hendak dicapai dari hasil belajar. Sedangkan Gagne meninjau dari dua aspek, baik dari aspek "hasil belajar maupun proses belajar" menuju ke hasil belajar tersebut. Oleh karena itu, sistematika yang dikemukakan Gagne ini, sangat bermanfaat bagi guru dalam melaksanaan proses pembelajaran.
Berdasarkan pembahasan tersebut, saya memahami bahwa meski terjadi perbedaan pandangan antara Bloom dan Gagne tentang tujuan pembelajaran, pada dasarnya kedua sistematika tersebut saling mendukung dan memiliki persamaan khususnya di ranah kognitif. Jadi, keduanya akan sangat bermanfaat dan lebih efektif, jika seorang guru mampu mengkombinasikan kedua sistematika tersebut dalam mendesain sebuah pembelajaran.
Referensi: W.S Winkel "Psikologi Pengajaran"
Sekian dari saya untuk sementara. Mohon dikoreksi jika ada yang keliru atau kurang jelas. Terima Kasih
Assalamu Alaikum untuk sumuanya. Maaf kalau saat ini baru bisa memberikan komentar. Setelah saya menyimak komentar dari teman-temam, maka menurut saya kita tidak perlu memperdebatkan mengenai perbedaan taksonomi oleh para pencetusnya. Tapi lebib kita melakukan analisi tujuan pemelajaran sesuai dengan aturan yang ada. Setiap taksonomi yang ditawarkan menjadi pedoman bagi guru untuk menentukan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yag berlaku dalam hal ini kurikulum 2013. Kementrian Agama RI merumuskan tiga domain yang do sebut tiha ranah. Setiap ranah ditanfai dengan simbol C1 samapi C6 yang menunjukkan tingkatan pengetahuan / tingkatan berpikir manusia. Dalam buku lain diberi simbol K1 samapai K6, di maka K merupakan singkatan dari kognisi dan istilah penolaian diubah menjadi kata evaluasi. Perlu diketahui bahwa untuk K5 dan K6 masih merujuk pada taksonomi Bloom yang belum direvisi oleh Anderson dkk. Hal ini penting dikemukakan agar sejalan dengan lima keterampilan yang dikemukakan oleh Dyer dkk dengan istilah associating , questioning, observing, networking dan exprimenting yang dijadikan sebagai pendekatan ilmiah atau scientific approach dalam kurikulu 2013. Dalam revisi taksonomi dijelaskan bahwa untuk K5 melebur sebagian ke K4 dan K6 dengan menurunkan K6 menjadi K5 dan menambah K6 denhan kata menxiptakan. Kata benda dalam Bloom diubah dalam Kata kerja dalam revisi Anderson demikian pula do.ain afektif dan psikomotorik. Hal ini memberikan gambaran kepada guru bahwa untuk merimuskan tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi dan jenjang pendidikan peserta didik sesuai pula dengan tingkatan berpikirnya. Trimakasih
BalasHapusAssalamu Alaikum untuk sumuanya. Maaf kalau saat ini baru bisa memberikan komentar. Setelah saya menyimak komentar dari teman-temam, maka menurut saya kita tidak perlu memperdebatkan mengenai perbedaan taksonomi oleh para pencetusnya. Tapi lebib kita melakukan analisi tujuan pemelajaran sesuai dengan aturan yang ada. Setiap taksonomi yang ditawarkan menjadi pedoman bagi guru untuk menentukan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yag berlaku dalam hal ini kurikulum 2013. Kementrian Agama RI merumuskan tiga domain yang do sebut tiha ranah. Setiap ranah ditanfai dengan simbol C1 samapi C6 yang menunjukkan tingkatan pengetahuan / tingkatan berpikir manusia. Dalam buku lain diberi simbol K1 samapai K6, di maka K merupakan singkatan dari kognisi dan istilah penolaian diubah menjadi kata evaluasi. Perlu diketahui bahwa untuk K5 dan K6 masih merujuk pada taksonomi Bloom yang belum direvisi oleh Anderson dkk. Hal ini penting dikemukakan agar sejalan dengan lima keterampilan yang dikemukakan oleh Dyer dkk dengan istilah associating , questioning, observing, networking dan exprimenting yang dijadikan sebagai pendekatan ilmiah atau scientific approach dalam kurikulu 2013. Dalam revisi taksonomi dijelaskan bahwa untuk K5 melebur sebagian ke K4 dan K6 dengan menurunkan K6 menjadi K5 dan menambah K6 denhan kata menxiptakan. Kata benda dalam Bloom diubah dalam Kata kerja dalam revisi Anderson demikian pula do.ain afektif dan psikomotorik. Hal ini memberikan gambaran kepada guru bahwa untuk merimuskan tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi dan jenjang pendidikan peserta didik sesuai pula dengan tingkatan berpikirnya. Trimakasih
BalasHapusassalamualaikum.....
BalasHapusbagi teman-teman yang blum berkomentar, silahkan berkomentar barangkali komentar saudara akan memberikan kontribusi yang baik bagi perkembangan pengetahuan kita, karena diskusi ini saya lihat sudah mulai hangat untuk kemudian kita lanjutkan.terimah kasih
dan juga saya harapkan kepada temna-teman bahwa diskusi kita tentang analisis pembelajaran tidak berhenti sampai disini, akan tetapi terus berlanjut, karena bisa jadi dikemudian hari saudara-saudara menemukian persoalan tentang analisis pembelajaran dalam lingkungan formal kemudian kita diskusikan disini.
BalasHapusInsya Allah Siap
Hapusasl.siapa sebenarnya pemateri hari ahad nanti, karena sampai sekarang belum ada materi yang diposting
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSiapa pemakalah
BalasHapus